Saturday, February 28, 2009

Semua untuk satu, Satu untuk semua

Itu adalah salah satu paham yang dianut oleh para penghuni GUBRACK. Kata-kata itu adalah suatu simbol dari sebuah kebersamaan. Kata-kata itu pula yang sering diucapkan oleh kelompok-kelompok yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Dan siapapun yang memiliki rasa tersebut, pasti mengatakan kata-kata tersebut.

Pengertian dari Semua untuk satu bukanlah semua kesenangan dan kesedihan untuk satu orang serta pengertian dari Satu untuk semua bukan pula Satu pacar untuk bersama (Haduh, analoginya bener ga sih. Hehehe). Tapi, pengertian Semua untuk satu dan Satu untuk semua adalah, semua anggota dalam kelompok tersebut, memliki satu tujuan, satu paham, serta satu kebersamaan, serta satu masalah akan ditanggung bersama. Mungkin itulah yang disebut dengan Kelompok yang mengerti apa artinya persahabatan dan kebersamaan.

Perbedaan sifat dan kebiasaan, dapat terhapus dengan adanya solidaritas. Begitu juga dengan suatu masalah yang akan cepat diselesaikan bersama, dan bukan hanya ditanggung oleh satu orang. So, Keep together my lovely friend.

Malam Sabtu Bersama

Ini adalah foto anak-anak gubrack pas malem Sabtu ( 27/02/08 ). Beginilah tampang-tampang, lucu, keren, ganteng, cantik, dan aneh dari penghuni GUBRACK. Dapat dilihat dari kiri adalah Putri yang menggunakan baju putih jaket hitam, Elko dengan baju hitam berlambang Singa, Eva yang memakai jaket pink, Alvin dengan baju merahnya, Tyo yang paling tinggi, Cila dengan baju berwarna putih dan gambar strawberry, dan Chacha berbaju hitam bertuliskan WB. Masih ada 2 anggota GUBRACK yang tidak ada di foto tersebut, yaitu, Eru dan Anja. Pada saat itu, tidak diketahui keberadaan mereka dimana dan sedang berbuat apa. Hehehe.

Menunggu is boring, Waiting is boriting

Masih inget ga loe semua sama kata-kata ini. Kata kata ini dikeluarin sama Cacing ( Peran Tria "Changcuters" di film Tarix Jabrix. Tuh kata-kata emang sesuai dengan kenyataan. Walaupun rada aneh kosakatanya, tapi itu yang bikin kata-kata ini menarik.

Menunggu itu emang ngebosenin. Apalagi menunggu sesuatu yang belum tentu dateng. Gw sering nunggu. Dan sering banget nunggu. Dari nunggu hal-hal yang kecil, sampe hal yang besar. Dari nunggu hal-hal yang rasional, sampe nunggu hal yang ga masuk akal. Contoh aja, waktu itu gw pernah nunggu bintang jatoh. Menurut orang, itu wajar-wajar aja. Tapi kalo nunggunya pas langit mendung ? Trus ada orang yang bikin lagu, judulnya menunggu pagi. Padahal ga usah ditunggu juga bakalan dateng.

Kalo ngomongin masalah nunggu, banyak banget cerita tentang nunggu. Entah loe nunggu siapa, atau apa. Nah, Kenapa ga loe yang ceritain kisah loe yang berhubungan sama nunggu. Bagi-bagi cerita dong. Krim lewat comment ya. jangan lupa...

Cerita para korban kesadisan Elko dan Eru

Korban kesadisan Elko dan Eru ada 3 orang, yaitu Anja, Cila, dan Putri. Elko dan Eru dianggap sadis karena telah membuat 3 wanita tersebut menangis tersedu-sedu. Beberapa orang menyangka, bahwa mereka ber-3 telah dip*****a. Tapi menurut pengakuan tersangka, yaitu Elko dan Eru, mereka sama sekali tidak melakukan hal yang seperti itu, karena, tidak usah dipaksa, mereka juga mau ( Kalo yang ini boong ). Eru menceritakan kejadian sebenarnya, berikut penuturan Eru. " Sekarang sumber air so dekat. " Maaf mas eru, kita tidak sedang iklan. "Oh iya, maaf maaf. Kejadian yang sebenarnya adalah, seseorang meninggalkan sebuah benda di warnet pada malam Rabu (23/2/2009) yang diketemukan oleh saya. Dan semenjak saat itu saya menjadi sering menggoda 3 wanita tersebut. Saya sangat senang melakukannya, begitu juga dengan teman saya, Elko. Kami berdua sangat senang melihat saat ketiga wanita tersebut berteriak histeris, dan lari ketakutan. "Loh, memangnya benda apa itu ?" "Benda tersebut adalah, adalah, adalah ULAR KARET. Mereka berdua mengatakan bahwa, mereka geli melihat ular karet tersebut, tetapi, tidak takut melihat ULAR KAMI, bukan begitu Elko ?" "Oh iy, itu sangat benar. Bahkan mereka menjadi fans ular saya." "Ya saudara-saudara, demikianlah wawancara kami, dengan 2 orang pelaku, pe*****sa, yang ternyata, hanya mengeluarkan ular karet. Terima kasih atas perhatiannya. Berita ini saya akhiri.